Kamis, 11 Oktober 2018

Bismilahirrahmannirrohim

Sudah 19 tahun berada dimuka bumi ini, tapi seperti baru sekarang saya dapat memaknai kehidupan yang sesungguhnya seperti apa
Banyak orang yang mengira bahwa semua yang ada dalam kehidupan sebagian besar di atur oleh Sang Pemilik dan Pencipta kehidupan yakni Allah SWT.
Akan tetapi saya menyadari satu hal, bahwa Tuhan hanya menyiapkan dan merencanakan apa yang seharusnya menjadi milik kita, selebihnya semua ada pada tangan kita.
Mau melangkah kemana kita selanjutnya, semua adalah keputusan kita sendiri. 
Terkadang saya merasa pasrah akan kehendak yang Tuhan berikan ketika segala sesuatu yang saya lakukan seperti sia-sia dan tidak membawakan hasil apapun.
Manusia memang memiliki hati yang terombang ambing, kadang naik, kadang turun, kadang kekiri, kadang kekanan, kadang tetap ditempat,dan tidak menentu. Manusia hanya bisa mengikuti kata hati.
Terkadang kita lupa, bahwa Tuhan memberikan kita hati dan dilengkapi dengan otak atau akal. Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Manusia dapat memilih kapan kita harus bangkit, kapan kita harus pasrah. Kapan kita harus berjuang dan kapan kita harus menyerah.
Dengan keadaan hati yang terombang ambing, terkadang manusia memilih untuk pasrah dan tidak melakukan apapun. karena seperti yang kita ketahui bahwa hati kita memiliki sifat pengecut yang jika kita merasa diri kita lemah maka akan semakin lemah hati tersebut. tapi jika kita berada di posisi lemah seperti tadi akan tetapi kita menguatkan hati kita maka secara otomatis itu akan membangkitkan keadaan dimana kita tidak mau kalah akan keadaan.